Blogger Tricks

liputan Buser Kriminal Banten!

80 ribu KK Di Kab. Pandeglang Belum Nikmati Listrik


Buser Kriminal, Pandeglang – Lebih kurang 80 ribu KK di Kabupaten pandeglang belum menikmati listrik. Sebagaimana kita ketahui, salah satu insfrastuktur yang masih tertinggal di Kabupaten Pandeglang adalah jaringan listrik, dimana masih banyak kampung atau Desa yang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Sehingga berdampak terhadap rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat perdesaan. 

Berkaitan dengan hal tersebut, tertanggal 26 Oktober 2010, Bupati Pandeglang telah menyampaikan usulan perioritas lokasi, bagi pembangunan jaringan listrik di Kabupaten Pandeglang, melalui anggaran APBN Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Tahun anggaran 2010 dan Tahun Anggaran berikutnya.

Penanganan Kasus SUTET Banten Mandek


Buser Kriminal, Banten -- Penanganan kasus dugaan korupsi miliaran rupiah atas pembebasan lahan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) PLTU 2 Labuan Banten masih jalan ditempat. Pasalnya para oknum penegak hukum, terindikasi turut bermain dan melegalkan tindakan oknum dari P3B PLN yang telah merugikan keuangan negara.

Berdasarkan investigasi dan data yang diperoleh wartawan nusantara dilapangan, ternyata kasus ini telah diketahui oleh pihak Kejaksaan Agung dan Mabes Polri, sesuai dengan surat pemanggilan Kejagung tertanggal 22 Maret kepada Kepala P3B PLN An. H.Udeng Sudirman terkait adanya indikasi korupsi manipulasi data terhadap pembebasan lahan masyarakat.

Penderita Gizi Buruk Tidak Dapat Berobat


Pandeglang -- Malang nian nasib Muhammad Raihan, putra pertama dari pasangan  Ali dan Lia, warga Kampung Sarabaya, Pandeglang, Banten. Ia menderita gizi buruk, namun tidak bisa berobat karena tidak memiliki biaya. Raihan hanya menjalani berobat secara rutin di puskesmas setempat, meski tidak ada perkembangan membaik pada kesehatan Raihan.

Beginilah kondisi Muhammad Raihan, balita berusia dua tahun tujuh bulan yang terbaring lemas dengan kondisi tubuh yang tidak normal karena sakit yang telah lama dideritanya. Sang bapak hanya seorang pekerja serabutan, sehingga beliau tidak mampu membawa anaknya berobat ke rumah sakit.

PT. Bank Permata finance balaraja dilaporkan kepolisi


Tangerang, 

Bank sekarang fungsinya murni sebagai lintah darat atau gurita ketimbang tempat menyimpan dan menyalurkan dana untuk pembangunan, mereka berlomba mencari nasabah sebanyak-banyaknya, tetapi ketika dalam pembayaran terjadi keterlambatan pihak bank tidak segan melakukan penagihan dengan cara yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah hukum yang ada, seperti yang terjadi kepada Herman Nasabah yang mempunyai kredit untuk pembiayaan motor merek yamaha vega R kepada pihak Bank permata finance Cab. Balaraja yang mendapatkan intimidasi dan perlakuan yang tidak menyenangkan berupa penjentulan kepala dan cacian oleh pihak bank dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam dikantor Bank Permata Balaraja pada tangga 11 November 2011 karena keterlambatan pembayaran, yang anehnya pihak bank malah merampas   motor milik anak perempuan Herman yang digunakan  ke kantor bank permata, motor jenis bebek merek suzuki satria fu dengan nopol B 3647 NPW ditahan dengan dalih sebagai jaminan baru dan herman juga dipaksa membuat surat pernyataan oleh pihak bank.

Buntut dari pelakuan tersebut akhirnya Herman melaporkan pihak Bank Permata Balaraja ke kantor polisi dengan No. 3362/KX1/2011/Sektor Balaraja yang langsung diterima oleh Aiptu Rahmadi pada tanggal 18 November 2011 karena dinilai tidak mau menunjukan itikad baik ketika diajak musyawarah tentang pengembalian motor milik anaknya Herman yang dirampas pihak bank.

Ketika dikonfirmasi TM Tarigan manajer Bank Permata Finance cab. Balaraja menerangkan bahwa sdr. Herman berbelit-belit ketika ditanya masalah unit motor, karena keterlambatannya pihak bank mau menarik unit motor tersebut sehingga timbul emosi anak buahnya yang bernama Andi dan keluarlah kata-kata tersebut. Sedangkan yang nyentulin kepala belum diketahui namanya namun Herman masih mengenalinya sebagai salah satu pegawai Bank Permata Finance. ( IQBAL)  

Penemuan Mayat ompong Hebohkan Masyarakat Sukawali


LBKB, Pandeglang – Rabu Sore tanggal 9 November 2011 , masyarakat kampung Sukawali, Desa Tegal Papak Kecamatan Pegalaran Kabupaten Pandeglang heboh. Sosok laki-laki paruh baya tanpa identitas ditemukan tergeletak tak bernyawa dipinggir pantai. Guna penyelidikan lebih jauh pihak kepolisian membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Umum serang untuk di otopsi. 

Kapolsek Pagelaran IPTU Efendi ketika dimintai keterangannya menyebutkan, "sampai saat ini, belum ada dari masyarakat atau keluarga datang untuk mengakui,". Oleh karenanya, ia belum mau berkomentar banyak  hingga keluar hasil visum dari pihak rumah sakit. 

Sebagai informasi, lanjut Efendi, ciri-ciri mayat misterius ini berjenis kelamin laki-laki, usia 35-40 tahun, rambut lurus, tinggi sekitar 165 cm, pada jari tangan kanan ada cincin Kulit sawo mateng ,gigi bagian depan tingal satu, memakai baju kemeja putih kotak -kotak hitam, celana panjang warna biru Dongkar, kulit sawo matang alas kaki sendal jepit.

Untuk itu diharapkan bagi masyarakat  yang merasa ini adalah keluarganya, agar segera menghubungi Polsek Pagelaran, pintanya”.Iyan RL.

Polsek Labuan Gagalkan Tawuran Pelajar


LBKB, Pandeglang -- Kesigapan dan reaksi cepat yang dilakukan Polisi Sektor Labuan patut diacungkan jempol. Pasalnya ratusan para pelajar dari SMK Walisongo dan STM Setia Budi yang akan terlibat tawuran berhasil digagalkan dan mengamankan sejumlah senjata tajam dari tangan pelajar.

Kejadian berawal, ketika ratusan pelajar dari SMK Wali Songo Kecamatan Menes Ciputri Kabupaten Pandeglang yang mengendarai sepeda motor, berteriak-teriak di jalan raya Labuan Anyer menuju pantai Carita. Dan berdasarkan informasi lapangan, para pelajar SMK Wali Songo akan tawuran dan menunggu lawannya dari STM Setia Budi Rangkasbitung Kabupaten Lebak di pantai Carita.

Ini disampaikan Kapolsek Labuan Kompol Syahrul, Sik saat dimintai keterangannya oleh wartawan nusantaranews.net diruang kerjanya.

Tanpa menunggu, iapun langsung menginstruksikan kepada puluhan personil Malpolsek Labuan langsung turun kelokasi dan segera melakukan tindakan preventif untuk mengendalikan situasi. Reaksi cepat tersebut ternyata tidak terlambat, karena kedatangan personil bertepatan pada jam pulang sekolah pelajar STM Setia Budi.  

Memang insiden belum sempat terjadi, karena kedatangan jajaran Malpolsek Labuan  segera membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ratusan pelajar SMK Wali Songo terpaksa diamankan dan dibawa ke Mapolsek Labuan untuk diminta keterangan beserta senjata tajam yang dimilikinya.

Selanjutnya, diminta kehadiran para walimurid ke Malpolsek Labuan dan diberi pengarahan agar mereka ikut serta memberi nasehat kepada anak-anaknya,”. Jelas Syahrul sambil mengakhiri percakapan. Iyan.RL

PUAP Desa Angsana Bermasalah

LBKB, Pandeglang -- Pengelolaan bantuan dana Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Desa Angsana Kabupaten Pandeglang bermasalah. Karena penyerapan dana bagi masing-masing Poktan tidak jelas. Kondisi ini mengakibatkan salah seorang pengurusnya Amin Nuroni mengundurkan diri dari jabatan sebagai bendahara.

Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di Desa Angsana, Jama Laelul beserta Sekretarisnya, Muhamad Ahyani membantah pengelolaan bantuan dana PUAP (Program Usaha Agribisnis Perdesaan) sebesar Rp.100 juta tidak transparan, sehingga mengakibatkan salah seorang pengurusnya,  Amin Nuroni mundur dari jabatannya sebagai Bendahara.
   
 “Penggunaan dana PUAP ini justru berdasarkan keputusan musyawarah bersama para pengurus, termasuk bendahara juga sudah sepakat tidak ada yang harus dimasalahkan lagi”, tutur Jama Laelul dan Muhamad Ahyani kepada wartawan , saat ditemui Kamis sore di Angsana, seraya menegaskan, “pengunduran Amin Nuroni dari bendahara Gapoktan bukan karena PUAP bermasalah, tapi karena dia terlalu sibuk mengurusi usaha pribadinya”.
 
Dia kemudian memperlihatkan bukti-bukti penyaluran dana PUAP kepada sejumlah anggota berupa berkas SPH (Surat Pengakuan Hutang) bermeterai Rp.3.000 yang juga ditanda tangani bendahara. “Jadi dari sisi mana kami tidak transparan? Semua uang sudah kami salurkan sesuia RUK/RUB (Rencana Usaha Kelompok & Rencana Usaha Bersama), dan kami tidak berani menggunakan uang ini untuk kepentingan pribadi”, kilahnya.

Konflik Internal
Sebelumnya diperoleh keterangan, bahwa mundurnya Amin Nuroni dari bendahara karena adanya konflik internal diantara pengurus Gapoktan. Masalahnya dana PUAP itu selayaknya bisa dinikmati oleh 7 Poktan (Kelompok Tani) yang ada. Namun sang ketua dan sekretaris menginginkan 4 Poktan saja yang mengelola dana bantuan pemerintah Rp.100 juta itu, yang dicairkan pada bulan Juni 2011 lalu.
 
Menyikapi hal tersebut, ketua dan sekretaris membantah adanya konflik internal di tubuh pengurus Gapoktan. “Ini sudah keputusan pengurus termasuk bendahara bahwa 3 Poktan juga akan menikmati dana PUAP dari hasil perguliran 4 Poktan”, kilah Jama dan Ahyani.
 
Sementara ditempat terpisah  Amin Nuroni menyatakan pengunduran dirinya sebagai bendahara karena tidak mau terbawa-bawa bila dikemudian hari muncul masalah. “Saya sudah serahkan semua persoalan PUAP ini sama ketua dan sekretaris, dan kalau ada apa-apa saya tidak lagi ikut bertanggung jawab”, tegas Amin kepada wartawan, seraya menambahkan, “selain itu saya tidak sempat waktu untuk mengurus Gapoktan, karena sibuk dengan usaha pribadi”.
 
Banyak Kecurigaan?
Penyaluran dan alokasi dana PUAP di Desa Angsana, Pandeglang-Banten, itu meliputi SPP (Simpan Pinjam Perempuan) Rp.14.235.000 untuk 25 orang anggota Poktan Sekar Arum yang diketuai  Ny Uum Amin Nuroni. Namun Uum mengaku tidak mengelola dana ini, karena semuanya diatur oleh Ketua Gapoktan. “Tugas saya cuma menagih angsuran setiap minggu, kemudian hasil tagihan dari para anggota ini langsung diambil oleh Ketua Gapoktan”, terang Uum.
 
Kemudian Rp.13.200.000 dialokasikan untuk pembelian ternak kambing sebanyak 33 ekor dengan harga Rp.400.000/ekor. Kambing ini dipelihara oleh sejumlah anggota Poktan Sumber Ternak yang diketuai Ardaman, yang hingga kini sudah tewas 8 ekor mengingat kambingnya masih kecil-kecil. Sedangkan pembelian kambing ini dilakukan oleh ketua sendiri, sehingga timbul dugaan harga pembelian kambing itu berkisar Rp.250.000/ekor, sesuai harga pasaran umum setempat yang berlaku saat itu.
 
Sedangkan Ketua Poktan Muncul Tani, Muhamad Ahyani yang juga Sekretaris Gapoktan, berhasil menggunakan dana sebesar Rp.35.493.750 yang dialokasikan untuk saprodi (sarana produksi padi). Demikian pula untuk Ketua Poktan Indah Tani, Jama Laelul yang juga Ketua Gapoktan, bisa memanfaatkan dana sebesar Rp.37.071.250 untuk saprodi pula. Sehingga dengan demikian, tidak meratanya penyerapan dana PUAP bagi masing-masing Poktan yang ada di Desa Angsana, menimbulkan banyak kecurigaan dari kalangan anggota/petani terhadap oknum pengurus Gapoktan. “Ada apa dibalik alokasi dana PUAP Desa angsana tungu edisi selanjutnya?”Sementa itu Kadis Distanbun Kab.Pandeglang ketika wartawan media ini mencoba mengonfirmasi di kantor nya sedang tidak ada ditempat sampai pemberitaan ini di ditulis.. Iyan.rl